• Oleh adminfteic
  • Dibaca 11

Ilusi Produktivitas WFH: Apakah SDM Kita Sudah Siap Dilepas tanpa Pengawasan Fisik?

Koran Jawa Pos Edisi Jumat, 10 April 2026 Halaman 2


Oleh: Dr. Sumiati, MM
Wakil Rektor 3 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Kebijakan Work From Home (WFH) yang kian menguat pada 2026 mulai menuai sorotan. Di balik fleksibilitas yang ditawarkan, muncul kekhawatiran bahwa sistem kerja ini justru memicu “ilusi produktivitas” di kalangan sumber daya manusia (SDM).

WFH sebelumnya dipandang sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan dan polusi di kota besar. Namun dalam praktiknya, efektivitas kerja dinilai belum optimal. Aktivitas kerja memang terlihat tinggi, tetapi tidak selalu berbanding lurus dengan hasil yang dicapai.

Persoalan utama dinilai terletak pada budaya kerja di Indonesia yang masih bertumpu pada kehadiran fisik. Ketika pola kerja berubah menjadi fleksibel, tidak semua pekerja mampu beradaptasi dengan baik. Koordinasi pun kerap melambat, sementara disiplin kerja cenderung menurun.

Selain itu, literasi digital yang belum merata turut memperparah kondisi. Sistem kerja jarak jauh sering kali belum didukung kemampuan kolaborasi digital yang memadai, sehingga pekerjaan menjadi kurang efisien.

WFH juga berpotensi menghambat proses pembelajaran di dunia kerja. Minimnya interaksi langsung membuat transfer pengetahuan dan proses mentoring, khususnya bagi karyawan muda, menjadi tidak maksimal.

Meski demikian, WFH tidak sepenuhnya harus ditinggalkan. Kebijakan ini tetap relevan di era digital, namun perlu diimbangi dengan standar kerja yang jelas, sistem pengawasan berbasis hasil, serta penguatan integritas dan disiplin SDM.

Tanpa perbaikan tersebut, fleksibilitas kerja dikhawatirkan hanya akan menciptakan produktivitas semu yang pada akhirnya berdampak pada penurunan daya saing bangsa.


Tags :