Inovasi Mahasiswa: Dara - Digital Assistant for Recognizing Affect, Robot Inovatif Karya Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan UNTAG Surabay
Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus inovatif dalam ajang Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada 7 Oktober 2025. Dalam kegiatan nasional tersebut, UNTAG Surabaya tidak hanya berperan sebagai Co-Host, tetapi juga berhasil meraih penghargaan Best Poster dengan hadiah Rp1.000.000.
Delegasi UNTAG Surabaya hadir secara lengkap dan dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, bersama jajaran pimpinan universitas. Rektor UNTAG Surabaya atau yang biasa disapa Prof Nug menegaskan bahwa keterlibatan Untag Surabaya dalam acara ini merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen untuk memperkuat kolaborasi strategis antar perguruan tinggi. Tema kegiatan, “Inovasi yang Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdampak”, dinilai sejalan dengan visi UNTAG dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Pada Expo Inovasi, booth UNTAG yang diisi oleh Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) menjadi salah satu pusat perhatian. Inovasi unggulan yang ditampilkan adalah DARA (Digital Assistant for Recognizing Affect), sebuah asisten digital berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengenali dan merespons emosi pengguna secara real-time. Teknologi ini memiliki potensi penerapan luas, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik.

Selain DARA, UNTAG Surabaya juga memamerkan tiga inovasi lainnya, yaitu:
- Triavital (Smart Triage for Vital Care), sistem triase pintar berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi penanganan pasien;
- Robot Pengambil Sampah, yang mampu memungut sampah secara otomatis;
- Robot Pengumpul Sampah, yang berfungsi memindahkan sampah dari tempat penampungan sementara.
Menurut pihak fakultas dan program studi terkait, keempat inovasi tersebut tidak hanya menonjol dari sisi teknologi, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan dampak sosial. Keberhasilan Untag Surabaya di GIHN 2025 sekaligus menjadi penegasan bahwa inovasi yang dikembangkan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan teknologi yang relevan dan berkelanjutan.